
Jakarta, verdiincontri Indonesia
—
Gubernur DKI Jakarta
Pramono Anung
mengatakan operasi
modifikasi cuaca
(OMC) untuk membuat hujan di Jakarta terkendala tidak adanya awan hujan.
“Hal yang berkaitan dengan OMC atau intervensi cuaca, karena sampai dengan hari ini, terus terang awannya itu enggak ada,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku telah beberapa kali menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan OMC, namun tidak bisa dilakukan
“Berkali-kali saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk segera melakukan modifikasi cuaca tapi karena enggak ada awan, enggak bisa turun,” ujarnya.
Pramono mengatakan Pemprov DKI tetap berupaya mencari langkah lain untuk mengurangi dampak musim kemarau.
Salah satunya dengan melakukan penyemprotan air menggunakan peralatan yang dimiliki Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar).
“Sekali lagi tentunya ini adalah keadaan given. Dan pemerintah DKI Jakarta tetap berusaha untuk bisa modifikasi cuaca. Tetapi sekali lagi, bisa modifikasi cuaca itu dalam kondisi ilmiahnya, selama ada awannya pasti akan segera kami lakukan,” katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyatakan lebih dari 70 persen wilayah di Indonesia sudah masuk musim kemarau. Salah satunya adalah, DKI Jakarta.
BMKG memprediksi kemarau akan berlangsung hingga Oktober mendatang.
(yoa/wis)
Baca lagi: Profil M Sarjito, Calon Kepala Pengawas Bursa Mineral Usulan Prabowo
Baca lagi: Pemerintah Tetapkan Anggaran Pendidikan Rp820,8 T, Porsi MBG Rp240 T
Baca lagi: Jepang Siapkan Misi Ambil Sampel dari Phobos, Bulan Mars


