Pengungsi Kota Borong NTT Berburu Besi Puing Gempa untuk Biaya Makan

Jakarta, verdiincontri Indonesia

—

Warga di Kabupaten

Manggarai Timur

, NTT, terpaksa mencari jalan sendiri untuk bertahan hidup di tengah keterlambatan bantuan usai

gempa

.

Mayoritas buruh tani yang belum berani kembali ke ladang karena takut gempa susulan, kini beralih mengumpulkan besi tua dari puing-puing bangunan yang runtuh.

Hasil penjualan besi tua yang dikumpulkan sebagiannya diserahkan untuk membiayai dapur umum pengungsian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dionisius Parera, warga Kota Borong, menyampaikan kondisi pahit yang dialami warga di lokasi pengungsian, Rabu (19/8).

“Bantuan tak kunjung tiba. Sementara warga mayoritas buruh tani belum berani bekerja karena takut sewaktu-waktu terjadi gempa dan air laut naik. Apalagi gempa susulan terjadi terus-menerus dengan getaran yang lumayan kuat. Akhirnya warga melakukan pekerjaan apa saja untuk dapat penghasilan, terutama untuk membiayai dapur umum selama mereka tinggal bersama di pengungsian,” ujar Dionisius kepada

verdiincontriIndonesia.com

.

Tempat pembuangan puing reruntuhan bangunan kini berubah menjadi sumber harapan baru.

Warga berbondong-bondong mengumpulkan besi bekas yang langsung dibeli oleh pengepul besi tua di lokasi.

Sebagian hasil penjualan diserahkan kepada pengurus dapur umum untuk membeli bahan makanan.

Aris Lodo (44), salah satu warga Bea Borong yang turut serta menyebut hal ini sebagai “berkah” di tengah bencana.

“Kami memang menderita akibat bencana gempa bumi, ditambah lagi belum ada bantuan yang masuk. Tapi kemudian ada puing reruntuhan yang dibuang dekat tempat pengungsian kami, sehingga dapat kami ambil besi bekasnya untuk biaya hidup dalam kondisi darurat seperti sekarang ini. Warga saling berbagi, rebutan besi tua dari reruntuhan gedung menjadi mata pencaharian baru untuk bertahan hidup,” tutur Aris.

Aris mengaku sehari ia mampu mengumpulkan hingga 15 kilogram besi tua untuk diserahkan ke pengepul di Kota Borong. Meski demikian, ia tetap berharap kondisi segera berubah.

“Kami berharap bantuan segera tiba, agar kami bisa berhenti mengais puing dan kembali menata kehidupan kami,” tambahnya.

(lou/isn)

Baca lagi: Meta Dituduh Cuma Cari Cuan, Abaikan Keselamatan Anak di Medsos

Baca lagi: Mengenal Rachel Florencia, Istri Dikta Wicaksono

Baca lagi: SKIN+ Clinic Hadirkan SKIN+Booster bagi Konsumen “Skintellectual”

One Response

  1. Saya senang menemukan artikel seperti ini karena isinya memberikan banyak wawasan baru. Bahasa yang digunakan juga ringan dan mudah dimengerti. Terima kasih telah berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi pembaca. Jangan lupa mengunjungi https://redomiciled.com/.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: