
Jakarta, verdiincontri Indonesia
—
Sebanyak tiga orang meninggal dunia dalam
kecelakaan beruntun
yang melibatkan ambulans Suzuki APV di KM. 379+900
Tol Batang
-Semarang, Rabu (19/8).
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Batang AKP Eka Hendra Ardiansyah di Batang, mengatakan bahwa seluruh korban meninggal dunia merupakan penumpang Suzuki APV ambulans.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tiga kendaraan mengalami benturan akibat rangkaian kecelakaan tersebut termasuk roda cadangan truk yang terlepas dan mengenai kendaraan Toyota Avanza yang berjalan di belakang ambulans,” katanya, Rabu.
Ketiga korban meninggal dunia adalah Mulyana (50), warga Tangerang mengalami cedera kepala sedang dan patah tulang pada tangan kiri, Tekat Susanto (48), warga Tangerang mengalami cedera kepala sedang dan patah tulang tertutup pada tangan kiri.
Kemudian, Giyati (50), warga Cengkareng mengalami cedera kepala berat. Ketiga korban yang dibawa ke RSI Weleri, Kabupaten Kendal kini dibawa oleh keluarganya ke kampung halamannya masing-masing.
Ia mengatakan polisi masih mendalami penyebab kecelakaan beruntun yang mengakibatkan tiga korban meninggal dunia dan dua korban mengalami luka berat di KM. 379+900 Tol Batang-Semarang.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan ini, disebut berawal saat Suzuki APV ambulans bernomor polisi D-1142-AFZ melaju dari arah barat (Jakarta) menuju ke timur (Semarang).
Setiba di tempat kejadian perkara, pengemudi ambulans diduga kurang konsentrasi sehingga menabrak bodi belakang samping kanan truk Hino bernomor polisi BE-8501-PV.
Akibat benturan tersebut, mobil ambulans kemudian oleng ke kanan dan menabrak bodi samping kiri Toyota Innova bernomor polisi G-1480-BK yang sedang melaju searah di depannya di lajur kanan.
“Diduga pengemudi ambulans kurang konsentrasi sehingga menabrak truk di depannya kemudian oleng ke kanan dan menabrak mobil Innova,” katanya.
Ia mengatakan benturan keras tersebut menyebabkan roda cadangan truck Hino terlepas dan menimpa bodi depan toyota Avanza bernomor polisi B-2058-UOR yang melaju searah di belakang ambulans.
“Saat terjadi kecelakaan, kondisi cuaca cerah, jalan lurus, terbuat dari beton baik, dan arus lalu lintas kendaraan terpantau sedang,” katanya.
(wis)
Baca lagi: Paripurna DPR Setujui 11 Calon Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc MA
Baca lagi: Cuaca Ekstrem di Medan, Puting Beliung Terjang Sejumlah Kecamatan
Baca lagi: Robot Ini Bisa Bersih-bersih Rumah, Tarifnya Rp535 Ribu/Jam



One Response
Saya senang menemukan artikel seperti ini karena isinya memberikan banyak wawasan baru. Bahasa yang digunakan juga ringan dan mudah dimengerti. Terima kasih telah berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi pembaca. Jangan lupa mengunjungi https://redomiciled.com/.