
Jakarta, verdiincontri Indonesia
—
Debit
Sungai Ciliwung
di Bendung Katulampa, Kota Bogor, menyusut drastis seiring berkurangnya curah hujan selama musim kemarau. Kondisi tersebut membuat tinggi muka air (TMA) di
Bendung Katulampa
mencapai nol sentimeter sejak dua hari terakhir.
Petugas Bendung Katulampa Subhan mengatakan kondisi TMA nol sentimeter masih bertahan hingga Jumat (16/7).
“Untuk ketinggian TMA di Bendung Katulampa memang sejak dua hari kemarin ketinggiannya di nol sentimeter (cm). Iya sampai sekarang masih bertahan di nol sentimeter,” kata Subhan, Jumat (16/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surutnya debit air membuat batu-batu besar di dasar Sungai Ciliwung di kawasan Bendung Katulampa terlihat jelas. Pemandangan yang biasanya dipenuhi arus deras saat musim hujan kini berganti menjadi genangan-genangan kecil di bawah fondasi bendung.
“Betul, sampai kelihatan batu-batunya, ya saking menyusutnya ya. Kondisi TMA kan nol sentimeter, jadi sampai dasar sungai juga kelihatan,” kata Subhan.
Menurut Subhan, kondisi tersebut juga memperlihatkan sedimentasi di dasar sungai yang selama ini tertutup aliran air. Ia mengatakan pihaknya berencana melakukan kerja bakti bersama warga dan komunitas untuk mengangkat endapan sedimen.
“Tapi memang di kondisi ini memang sedimentasi di dasar sungai juga jadi kelihatan, biasanya kita gotong royong, kerja bakti sama warga, sama komunitas, itu nanti mungkin akan diadakan, untuk mengangkat sedimennya, jadi kita gali,” tambahnya.
Subhan menjelaskan penyusutan debit air dipicu minimnya hujan di kawasan hulu Sungai Ciliwung, Puncak, Bogor, dalam sekitar dua pekan terakhir. Akibatnya, pasokan air yang mengalir ke Bendung Katulampa terus berkurang.
“Kondisi ini memang dampak memasuki musim kemarau, dari bulan Juni itu kan hujannya memang sudah jarang-jarang, hujan juga kadang seminggu sekali, malah seminggu ini belum hujan nih,” kata Subhan.
“Kalau di hulu enggak ada hujan sampai satu minggu, pastinya air menyusut juga ya yang mengalir ke bendung,” lanjutnya.
Di tengah kondisi tersebut, pengelola Bendung Katulampa memprioritaskan aliran air dari hulu untuk dialirkan ke Sungai Kali Baru melalui saluran irigasi. Langkah itu dilakukan agar aliran sungai tidak mengering sekaligus menjaga ekosistem di kawasan tersebut.
“Betul, jadi kalau kondisi seperti ini aliran air dari hulu, karena kondisinya menyusut kita utamakan agar mengalir ke saluran irigasi, jadi kita tetap penggelontoran air ke Kali Baru, ke saluran irigasi,” kata Subhan.
“Kita ada penggelontoran air untuk menjaga ekosistem sungai (di Kali Baru), jadi jangan sampai kering,” imbuhnya.
Baca selengkapnya di
sini
.
(tim/isn)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video verdiincontri]
Baca lagi: Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri Organisasi AI Dunia
Baca lagi: Pimpinan DPRD Jabar Tolak Wacana SPP SMA-SMK Negeri Diaktifkan Lagi
Baca lagi: Keluarga Ungkap Penyebab Resmi Sam Neill Meninggal Dunia



3 Responses
Artikel yang sangat menarik dan detail. Sebagai bahan perbandingan, saya juga sempat membaca ulasan serupa di https://blogg.ng.se/amydiamondpodden/2018/11/min-helg-dumpad yang tak kalah bagus.
Ulasan yang sangat mendalam dan memberi insight baru! Kemarin saya juga membaca referensi yang cukup sejalan di https://timbro.se/integration/drommen-om-en-islamisk-ordning/, cocok buat melengkapi wawasan.
Ulasan yang sangat menarik dan memberi banyak insight baru. Buat yang pengen baca lebih banyak tentang topik terkait, saya sarankan mampir ke https://moral.senate.go.th/blog/index.php?nonjscomment=1&comment_itemid=300&comment_context=10475&comment_component=blog&comment_area=format_blog&blogpage=323.